Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


''Kita baru melacak apakah yang menggunakan SKTM untuk masuk di sekolah kita jumlahnya signifikan. Setelah itu baru kita telusuri," ucap Haryono, Sekretaris Panitia PPDB 2017 SMAN I Jepara, Jumat (16/6/2017).

Perlu diketahui, pada tahun ini kuota siswa miskin mendapat porsi hingga 20 persen. Hal itu ditengarai rentan menimbulkan celah, penggunaan SKTM yang tidak sesuai peruntukannya. 

Dikatakan Haryono, jika pendaftar yang mempergunakan SKTM banyak, pihaknya akan akan menelisik secara ketat. ''Misalnya kalau orang tuanya pegawai negeri kan itu tidak benar. Sanksinya kalau dari provinsi harus dikeluarkan,'' tegasnya.
Terpisah, Kepala SMAN I Donorojo Haryanto mengatakan, di sekolahnya tak begitu banyak siswa yang mendaftar menggunakan SKTM. Meskipun demikian, ia mengaku tetap memberikan kuota pada siswa miskin. ''Kami menerima berdasarkan pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP). Untuk pendaftar yang menggunakan SKTM tetap kami terima akan tetapi tidka dimasukan dalam sistem," jelasnya. Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler