Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu disampaikan oleh Kabid Perhubungan Laut Dishub Jepara Suroto. Menurutnya, hal itu dimaksudkan untuk memberikan layanan bagi pemudik asal Karimunjawa atau wisatawan.

"Nantinya kalau ada calon penumpang yang tertinggal, akan tetapi sudah tidak ada lagi trip kapal, dan jumlahnya sedikit, mereka dipersilakan menginap di posko. Tempat ini akan dijadikan pondok boro. Kita sediakan tikar, namun jika mereka ingin menginap di hotel kami persilakan," tuturnya.

Ia mengatakan, di posko tersebut tidak hanya petugas teknis yang bersiaga. Tenaga kesehatan dan keamananan pun ikut melayani kebutuhan emergensi dari calon penumpang. 

Suroto mengatakan, pihaknya pada arus mudik tahun ini menyediakan ekstra trip menuju Karimunjawa. Namun demikian, hal itu tak lantas menambah kapasitas di luar kemampuan kapal. 

Pihaknya menyatakan, dua kapal yang melayani penyeberang yakni KMC Expres Bahari dan KMP Siginjai dalam keadaan siap. Bahkan KMC Expres Bahari baru saja mendapatkan perawatan rutin. 

Adapun, pada H-2 atau Jumat (23/6/2017) akan ada empat trip yang dilayani oleh dua kapal itu. Bila penuh, total penumpang yang akan dilayani pada hari itu adalah 1.222 orang. "Kalau masih banyak calon penumpang yang belum terangkut, bisa kita berangkatkan lagi armada kapal, untuk layani penyebrangan ke Karimunjawa. Namun hal itu bersifat tentatif," tambah Suroto. Ia mengingatkan, masyarakat agar tertib dalam pembelian tiket. Hal itu lantaran, tidak ada fasilitas booking (pesan). "Jadi ketika wisatawan datang duluan, bisa jadi warga asli Karimunjawa tidak mendapatkan tiket," ungkapnya. Pantauan MuriaNewsCom, pada H-5 lebaran, suasana di pelabuhan masih terbilang sepi. Sesuai jadwal ada dua trip kapal yang melayani warga mulai pukul 07.00 dan 09.00 WIB."Kalau penumpang sudah agak lumayan, Senin (19/6/2017) sudah ada penumpang, warga Karimunjawa asal perantauan yang kembali ke tempat asal mereka," ujar Supomo, seorang petugas Dishub Jepara.Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler