Ini Dia 7 Penganan Khas Jepara yang Cocok Kamu Bawa Pulang
Padhang Pranoto
Jumat, 30 Juni 2017 13:00:04
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Jepara, sebagai daerah yang ada di tepi pantai tentu saja memengaruhi penganan khas yang diproduksi. Kebanyakan kulinernya menggunakan unsur yang berasal dari laut, baik sebagian atau keseluruhan.
1. Pindang Serani
Masakan yang satu ini menggunakan ikan sebagai bahan utamanya. Menggunakan kunyit sebagai satu di antara bumbu pelengkap, makanan ini terlihat berwarna kuning dan memiliki rasa rempah-rempah yang kental.
Jika ingin mencoba memasak, penganan ini pun cukup simpel. Tumis cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas, jahe dan daun salam. Bahan-bahan itu kemudian ditumis, setelah harum, tuangkan air secukupnya, masak hingga mendidih lalu masukan ikan yang telah dibersihkan serta tunggu hingga matang.
[caption id="attachment_119682" align="aligncenter" width="565"]
Adon-adon Coro[/caption]2. Adon-adon Coro
Bagi yang belum mengenalnya, adon-adon coro merupakan jenis minuman rempah khas Jepara. Bercitarasa pedas, minuman ini cocok dikonsumsi di kala dingin melanda.
Bewarna cokelat, minuman ini juga dilengkapi dengan irisan kelapa bakar, yang diiris kotak seperti dadu. Tak lupa ditambah santan yang menjadikan adon-adon coro semakin gurih diminum, menghangatkan seluruh keluarga.
[caption id="attachment_119683" align="aligncenter" width="565"]
Horog-horog[/caption]3. Horog-horog
Ada satu kuliner khas Jepara yang patut dicoba, yakni horog-horog. Apa itu? bagi yang belum pernah menjajalnya, mungkin dari namanya saja terasa aneh. Ya, pengananan itu biasa dimakan sebagai pelengkap bakso, pecel atau makanan berkuah lain.
Terbuat dari sagu aren, horog-horog memiliki rasa yang cenderung hambar, namun kenyal. Jika di wilayah Timur Indonesia ada papeda, yang berbentuk layaknya bubur, horog-horog memiliki bentuk padat.
Kini makanan itu boleh dibilang langka, lantaran untuk mendapatkan bahan bakunya harus didatangkan dari luar Jepara. Selain itu, perajinnya pun sudah mulai renta, serta cara pembuatannya yang harus higienis.
Untuk menemukannya, sebenarnya tak sulit. Cukup pergi ke pasar tradisional yang ada di Jepara. Atau jika ingin bertualang, bisa menyambangi sentra industri rumahan yang berada di Kecamatan Bugel.
Kerupuk tengiri[/caption]4. Kerupuk TengiriJika ingin memenuhi koper oleh-oleh, kerupuk tengiri bisa jadi solusi. Terbuat dari ikan hasil laut Jepara, tentu penganan ini layak menjadi pendamping berbagai makanan. Nasi panas dengan sambal pun jadi! [caption id="attachment_119685" align="aligncenter" width="565"]
Kacang Oven[/caption]5. Kacang OvenDari namanya mungkin terbayang pembuatannya menggunakan mesin pemanggang. Namun tidak, kacang jenis ini digoreng. Hanya saja dalam penggorengannya tidak memakai minyak, namun pasir. Ya, media tersebut dianggap layak sebagai penghantar panas yang tepat untuk menggoreng kacang tanah. Hasilnya, kacang plus kulit ari yang terasa renyah dan tak berminyak. [caption id="attachment_119686" align="aligncenter" width="565"]
Kerupuk bawang[/caption]6. Kerupuk BawangSesuai namanya, kerupuk ini menggunakan bawang sebagai penguat rasa. Hasilnya, kerupuk ini memiliki rasa bawang yang khas dan tentunya gurih sebagai pelengkap makan nasi. [caption id="attachment_119687" align="aligncenter" width="565"]
Carang madu[/caption]7. Carang MaduApa itu? carang madu adalah sejenis kudapan renyah, hampir mirip kerupuk namun ada cita rasa manis karena diolesi dengan gula karamel. Konon penganan ini dibuat oleh warga Tionghoa yang ada di Jepara. Terbuat dari bahan-bahan seperti tepung tapioka dan bahan lainnya, Carang Madu diproses melalui tiga tahap. Penggorengan pertama adalah proses mencetak adonan, kemudian digoreng lagi agar renyah serta terakhir diolesi gula karamel. Untuk mendapatkannya, cukup pergi ke sentra oleh-oleh yang tersebar di seluruh Jepara atau menyambangi pembuatnya di Welahan atau Batealit.Editor : Ali Muntoha
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



