Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebelum Yusuf, beberapa kiper telah menjajal latihan di Stadion Bumi Kartini. Namun karena permasalahan teknis dan kompetensi yang tak prima, tim pelatih urung merekrut calon kiper tersebut. Mereka adalah Ridwan dan M. Fauzah Jauhar Malik yang sempat merapat ke Jepara. 

Chief Excecutive Organizer (CEO) Persijap Jepara Esti Puji Lestari mengatakan, posisi kiper Persjap cukup vital. Sesuai rencana pengembangan tim, pihaknya ingin merekrut kiper muda yang sarat pengalaman. 

"Kalau kita inginnya mencari kiper yang muda namun kaya pengalaman. Dengan usia muda kita masih bisa mengembangkan, sesuai rencana Persijap 5 Years Plan. Kalau senior tak bisa lama bermain dengan kita. Namun hingga kini belum ada rekomendasi untuk kita," tuturnya. 
Direktur Teknik Persijap Carlos Raul Sciucatti menyebut, meski pernah berstatus kiper Timnas Junior, namun pihaknya perlu melihat kemampuan Yusuf. "Status Yusuf masih sebagai pemain seleksi. Dia sudah berada di Jepara dalam dua hari terakhir ini," ujarnya. Perlu diketahui, Yusuf merupakan kiper kelahiran Pasuruan, 14 Maret 1998. Pemain bertinggi 183 cm ini sebelumnya bermain untuk Persekap Pasuruan dan PSBK Blitar. Di level junior, ia pernah tergabung dengan Frenz United dan Persema Malang Junior. Selain itu, ia juga pernah memperkuat tim Pra PON Jatim.Editor : Kholistiono 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler