Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurut Bukhori Baidah Ketua Pokdarwis desa setempat, pemasangan kain tersebut merupakan rangkaian dari acara Troso Festival 2017. "Acara ini bertujuan memromosikan kain tenun, supaya tenun ikat asal desa ini tetap eksis. Selain itu kami ingin menunjukan bahwa Troso merupakan destinasi wisata atraksi tenun," katanya, seusai penyerahan piagam MURI, Sabtu (15/7/2017).

Menurutnya, kain yang kini dibentangkan merupakan hasil kerja keras tujuh perajin lokal. Memakan waktu tiga bulan, kain tenun itu memuat motif dari hampir seluruh nusantara.

Di samping itu, ia menyatakan pemecahan rekor tersebut mematahkan capaian kain tenun terpanjang sebelumnya. "Di Pontianak kalau tidak salah pernah membuat kain tenun yang panjangnya 161 meter," tutur dia.
Dirinya bercerita, even tersebut sudah terselenggara tiga kali. Hanya di tahun sebelumnya agenda kegiatannya tidak semeriah sekarang. Selain pemecahan kain tenun terpanjang ada pula peragaan busana berbahan tenun, bazar, pentas seni, marching band dan karnaval tenun. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler