Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Debit airnya memang berkurang, karena kering saat musim kemarau dan wisatawan banyak menggunakan saat liburan," kata Camat Karimunjawa Budi Krisnanto, Kamis (20/7/2017). 

Dirinya mengatakan, stok air di pulau tersebut disimpan pada sebuah tandon yang berada di Kapuran. Adapun air diperoleh dari aliran yang berasal dari resapan yang kemudian dialirkan menuju bak tersebut. 

Camat menyebut, kondisi tersebut hanya dirasakan warga Karimunjawa. Sementara untuk Desa Kemojan yang masih berada dalam satu pulau tidak merasakannya.
"Di Pulau Nyamuk dan Parang tidak merasakan hal tersebut (kekurangan air), di sana kondisinya masih baik," kata dia. Seorang warga, Sriyanto mengakui hal itu. Menurutnya, pasokan air hanya bisa mencukupi kebutuhan warga sekali sehari. Dirinya mensinyalir, pembangunan sumur bor oleh pihak hotel juga ditengarai menjadi penyebab. Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler