Pembuat Ikan Asin di Jepara Kena Imbas Naiknya Harga Garam
Padhang Pranoto
Senin, 24 Juli 2017 18:36:07
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ida (50) seorang produsen ikan asin di Kelurahan Jobokuta, Kecamatan/Kabupaten Jepara berujar, kenaikan harga garam mulai terasa semenjak mendekati Ramadan. Menurutnya, merangkaknya harga bahan baku pembuat ikan asin lebih disebabkan ketiadaan stok.
"Pas mendekati bulan Ramadan kemarin harganya naik mulai Rp 60 ribu, terus naik sampai sekarang mencapai Rp 160 ribu sampai Rp 170 ribu per karung kemasan 45-50 kg," tuturnya.
Ia mengungkapkan, harga garam saat ini cukup tinggi. Sebelumnya per karung bisa didapatkan dengan harga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu.
Selain mahal, ketersediannya garam pun langka. Ida menuturkan, biasanya ia tak kesulitan mendapatkan garam, namun untuk kali ini dari 20 karung yang diminta, kadang dirinya hanya mendapatkan tiga hingga lima karung.
Hal serupa diungkapkan oleh Subiyanto (41). Dirinya mengatakan, meskipun harga garam naik, namun harga ikan asin tak lantas naik tajam.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



