Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ida (50) seorang produsen ikan asin di Kelurahan Jobokuta, Kecamatan/Kabupaten Jepara  berujar, kenaikan harga garam mulai terasa semenjak mendekati Ramadan. Menurutnya, merangkaknya harga bahan baku pembuat ikan asin lebih disebabkan ketiadaan stok.

"Pas mendekati bulan Ramadan kemarin harganya naik mulai Rp 60 ribu, terus naik sampai sekarang mencapai Rp 160 ribu sampai Rp 170 ribu per karung kemasan 45-50 kg," tuturnya.

Ia mengungkapkan, harga garam saat ini cukup tinggi. Sebelumnya per karung bisa didapatkan dengan harga Rp 25 ribu sampai Rp 30 ribu.

Selain mahal, ketersediannya garam pun langka. Ida menuturkan, biasanya ia tak kesulitan mendapatkan garam, namun untuk kali ini dari 20 karung yang diminta, kadang dirinya hanya mendapatkan tiga hingga lima karung.  

Hal serupa diungkapkan oleh Subiyanto (41). Dirinya mengatakan, meskipun harga garam naik, namun harga ikan asin tak lantas naik tajam.
"Pembeli tidak mau tahu terkait naiknya harga garam. Akhirnya harga ikan asin produksi kita memang naik tapi sedikit," paparnya.Ia mencontohkan, untuk ikan asin jenis layur dijual Rp 50 ribu per kilogram. Sebelumnya, harganya Rp 40 ribu per kilogram. Akan tetapi, perajin ikan asin memahami kondisi naiknya harga garam. Hal itu mengingat proses pembuatan garam memang tak mudah."Stoknya memang susah. Bayangkan saja semalam saja hujan, kan kasihan mereka (petani garam) harus memulai lagi," tutup Ida. Editor : Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler