Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, keduanya adalah penyakit infeksi yang menular melalui saluran napas dan disebabkan oleh virus. Jika seseorang terkena campak ia akan mudah terserang penyakit dan menyebabkan komplikasi seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), diare, kebutaan bahkan kematian. 

Sementara itu, jika seorang anak terkena virus rubella biasanya hanya menderita penyakit ringan. Namun jika menulari ibu hamil pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang nantinya dilahirkan. 

Kecacatan akibat virus rubella pada ibu hamil disebut sebagai sindroma rubella kongenital. Hal itu menyebabkan kelainan pada jantung, mata, tuli dan perlambatan tumbuh kembang. Untuk penyakit yang disebabkan oleh campak dan rubella tidak dapat diobati, akan tetapi bisa dicegah dengan cara melakukan imunisasi. 

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Jepara . Imunisasi MR sangatlah penting untuk menjaga diri dan orang lain yang ada di sekitar. 

"sebagai contohnya, jika ada orang yang menolak imunisasi rubella berumur 15 tahun. Lalu beberapa tahun kemudian dia menikah dan mempunyai anak, bisa saja ia tertular virus tersebut dan menularkannya. Akibatnya anak dari perkawinan tersebut mengalami kecacatan," terangnya, Senin (31/7/2017).
Oleh karenanya, ia mengimbau seluruh warga Jepara yang berumur 9 bulan hingga 15 tahun dan belum mengikuti imunisasi MR, memanfaatkan bulan imunisasi MR. Dwi mengatakan kegiatan itu tidak dikenai biaya alias gratis.  Editor : Akrom Hazami  

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler