Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara Fatkhurrahman membenarkan informasi tersebut. Menurutnya, kegiatan manufaktur di wilayah Gemulung dan Banyuputih memang berkontribusi pada jumlah sampah yang masuk di TPA tersebut. 

Ia mewacanakan untuk memindahkan lokasi TPA mengingat kondisinya yang hampir tak kuat menampung. "Kita wacanakan untuk tempat tersebut harus dipindah. Hal itu mengingat sisi kanan dan kirinya sudah tak mungkin lagi diperluas," katanya, Selasa (1/8/2017). 

Saat ini sudah ada dua desa yang dijadikan calon lokasi TPA baru. Namun demikian hal itu masih menanti kajian lebih lanjut. Adapun, TPA Gemulung menampung sampah dari wilayah selatan Jepara seperti Mayong, Kalinyamatan, Welahan, Pecangaan dan sedikit wilayah Nalumsari. Sementara volume sampah tiap hari mencapai tiga ton. 
Menunggu rencana tersebut matang, pihaknya tengah berusaha untuk memaksimalkan luasan wilayah yang ada. Hal itu juga diamini oleh Kabid Kebersihan dan Pertamanan Isnan Haryono.  "Saat ini hanya ditata agar masih bisa menampung dengan menatanya keatas," kata Isnan.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler