Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu diungkapkan oleh Saroni (48). Petani garam asal Desa Panggung-Kedung itu mengungkapkan, dengan penggunaan plastik geo membran dapat memaksimalkan panas matahari yang tidak menentu seperti sekarang ini. 

"Kalau pake geo membran, pemanasannya bisa maksimal. Agak siangan saja, kita kalau menginjak geo membran pasti kakinya tak kuat karena panas. Tapi kalau tidak memakainya hanya beralas tanah panasnya kurang," tuturnya, Sabtu (5/8/2017).

Ia mengatakan penggunaan plastik berwarna hitam tersebut sudah mulai diaplikasikan pada lahannya sekitar 4 tahun lalu. Berawal dari bantuan pemerintah, ia merasakan manfaat yang besar dari penerapan teknologi sederhana itu. 

Saroni menyebut, jika membeli geo membran di pasaran harganya cukup mahal. Per gulung dengan ukuran panjang 42 meter dan lebar 4,4 meter dijual sekitar Rp 2,4 juta. Dengan hal itu, ia mengatakan biaya terbesar dari panen garam adalah penyediaan geo membran. 
Dirinya mengatakan, dibanding bantuan lain seperti slender mesin dan sebagainya, geo membran dirasa lebih berguna untuk bertani garam.  "Ya kalau dibandingkan bantuan yang lain, geo membran lebih bermanfaat bagi kami," tutup dia. Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler