Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Perlu diketahui, di wilayah itu sebelumnya terdapat sebuah jembatan permanen. Namun karena faktor usia dan dilintasi oleh sebuah truk, jembatan itu kemudian ambrol pada bulan Maret 2017.

Padahal jalur tersebut merupakan pemintas jika warga desa tersebut ingin ke wilayah Jepara, baik untuk aktivitas ekonomi ataupun bersekolah.

Oleh karenanya, warga Desa Rejosari akhirnya berswadaya untuk membangun jembatan darurat, dengan lebar 1,5 meter dan memiliki panjang sekitar 40 meter. Untuk melewatinya, warga pun harus bergantian jika menggunakan kendaraan bermotor.

Firin (43) mengatakan, jembatan darurat itu merupakan akses yang paling cepat menuju ke Jepara. "Kalau lewat Mijen justru lebih jauh kurang lebih memutar 6 kilometer," katanya. Hal itu juga diakui oleh Sudiro (47) ia mengatakan, banyak warga Demak yang melintasi jembatan itu."Kan disini banyak warga Demak ataupun Jepara yang berlalu-lalang melintasi jembatan ini. Harapannya segera dibangun jembatan permanen," ujar warga Sobokerto Welahan itu.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler