Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu dikatakan oleh seorang petani garam di Kedung Lafiq, Jumat (11/8/2017). Menurutnya, impor garam menjadi sebab turunnya harga komoditas tersebut. Meskipun ia tak menampik saat ini sebagian besar petani memang sedang memanen produk laut itu. 

"Setelah terjadi penurunan harga seperti ini, biasanya akan terjadi penurunan terus menerus. Hal itu karena sedang panen garam kedua ada permainan harga dari tengkulak," ujarnya. 

Dirinya menyebut, ketika sedang berlimpah garam para tengkulak bebas menentukan harga. Hal itu karena mereka punya keleluasaan memilih antara garam yang bagus dan garam yang berkualitas rendah. Hal itu menurut Lafiq juga berpengaruh pada penentuan harga jual. 

Terkait impor garam, dia menyebut permintaan dari perusahaan besar kian tersendat. Hal itu karena pengusaha lebih menantikan garam impor, dibandingkan garam petani. "Oleh karenanya, petani garam meminta agar dihentikan dulu impor garamnya, biarkan harganya stabil terlebih dahulu," pinta Lafiq. Adapun, harga jual garam di tingkat petani kini berkisar Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu per tombong (80 kilogram). Sebelumnya, harga komoditas ini bisa menyentuh Rp 300.000 per tombong. Namun setelah memasuki panen raya dan kebijakan impor garam, harganya beringsut turun. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler