Pengusaha Tahu Tempe Mengaku Belum Bisa Kurangi Limbah Produksi
Padhang Pranoto
Sabtu, 19 Agustus 2017 20:00:11
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hal itu diperkuat, setelah Bupati Jepara melakukan inspeksi di alur Sungai Pecangaan hingga Karangrandu, yang bermuara di Laut Jawa, Sabtu (19/8/2017). Di antara Sungai Pecangaan dan Sungai Gede Karangrandu berdiri puluhan pabrik tahu-tempe.
Pantauan MuriaNewsCom, pipa pembuangan sisa produksi dialirkan langsung ke alur Sungai. Hal itu juga menimbulkan bau tidak sedap, dari pembuangan hampir mirip yang terjadi di Desa Karangrandu.
Kholid seorang perajin tahu mengatakan, memang pihaknya belum mampu mengatasi limbah buangan ke Sungai. Namun demikian, hal itu sudah dilaporkannya ke Bupati, bersamaan dengan kunjungan tersebut.
"Faktor x limbah itu memang ada, sudah berkali-kali sampaikan belum bisa kurangi limbah. Tadi sudah lapor ke bapake (bupati) minta diberi bantuan tangki, agar limbah bisa disedot dan dibuang ketempat lain," katanya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



