Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu diperkuat, setelah Bupati Jepara melakukan inspeksi di alur Sungai Pecangaan hingga Karangrandu, yang bermuara di Laut Jawa, Sabtu (19/8/2017). Di antara Sungai Pecangaan dan Sungai Gede Karangrandu berdiri puluhan pabrik tahu-tempe.

Pantauan MuriaNewsCom, pipa pembuangan sisa produksi dialirkan langsung ke alur Sungai. Hal itu juga menimbulkan bau tidak sedap, dari pembuangan hampir mirip yang terjadi di Desa Karangrandu.

Kholid seorang perajin tahu mengatakan, memang pihaknya belum mampu mengatasi limbah buangan ke Sungai. Namun demikian, hal itu sudah dilaporkannya ke Bupati, bersamaan dengan kunjungan tersebut.

"Faktor x limbah itu memang ada, sudah berkali-kali sampaikan belum bisa kurangi limbah. Tadi sudah lapor ke bapake (bupati) minta diberi bantuan tangki, agar limbah bisa disedot dan dibuang ketempat lain," katanya.
Kholid menyebut, dari 40 perajin, kapasitas usahanya bermacam-macam mulai dari satu ton perhari dan enam kuintal.Ia berujar, sumur resapan memang telah dibuat untuk mengatasi limbah. Namun karena alasan medan yang datar, hal itu tak bisa maksimal. Terkait rencana bantuan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ia mengaku agak kesulitan mencari lahan."Kalau disuplai (dibantu) ya kami minta tangki yang bisa nyedot limbah dari septictank, kemudian nanti bisa dibuang ke laut," ujarnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler