Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Adapun kejadian terakhir terjadi pada akhir bulan Agustus 2017, ketika sebuah kapal tongkang bermuatan alat berat, bersandar berlindung dari cuaca buruk di perairan Dukuh Telaga, Desa Kemujan-Karimunjawa. Akibatnya, karang pun rusak. 

Baca Juga: Alamak, Terumbu Karang di Pantai Bondo Jepara Dijarah Pengusaha

"Ini yang kasus ketiga kalinya di tahun ini. Yang pertama dan kedua adalah tongkang yang memuat batubara, sementara kasus ini mengangkut crane mau di bawa ke Pare-pare. Namun berlindung di Karimunjawa," ujar Agus Prabowo Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa, Kamis (7/9/2017).

Menurutnya, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat dirinya langsung mengecek ke lapangan dan kemudian melaporkannya ke Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Agus mengungkapkan, minggu depan dijadwalkan tim dari kementrian akan turun ke Karimunjawa untuk menentukan titik karang yang rusak serta luasan yang rusak. 

Baca juga: Merusak Terumbu Karang, Larangan Tongkang Masuk Karimunjawa Harus DijalankanDirinya mengatakan, lokasi kerusakan berada di Zona Tradisional Perikanan. "Namun berbeda dengan lokasi pertama dan kedua karang rusak yang merupakan tempat pariwisata. Akan tetapi mereka yang merusak harus tetap bertanggungjawab karena wilayah tersebut termasuk dalam Balai Taman Nasional Karimunjawa," katanya. Hal ini juga dikeluhkan oleh seorang netizen (warganet) @jackkarimun. Dalam akun instagramnya ia mengeluhkan, kawasan perairan Kemujan yang mulanya dipakai sebagai tempat berkembang biak ikan kini menjadi hancur berantakan. Pada unggahannya di instagram miliknya, ia juga menyertakan video miliknya dimana memperlihatkan penyelam yang melihat serpihan-serpihan karang akibat ditabrak tongkang. Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler