Bantuan Bedah Rumah Justru Bikin Mumet Warga Miskin, Begini Reaksi Pemkab Jepara
Padhang Pranoto
Sabtu, 16 September 2017 13:45:11
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Pasalnya, bantuan bedah rumah itu diberikan dalam bentuk material bahan bangunan. Sehingga pemilik rumah harus mencari uang tombokan untuk proses pembangunannya.
Di beberapa daerah bahkan calon penerima bantuan ini mengundurkan diri, lantaran tak mampu mencari tombokan uang untuk pembangunan rumah tersebut.
Menanggapi hal ini, Pemkab Jepara menyatakan tengah mengevaluasi pemberian bantuan bedah rumah tak layak huni itu.
"Kita terus mengevaluasi, sebab sebelumnya bantuan yang diberikan berupa bahan bangunan, akan tetapi penerima justru tak bisa memanfaatkan karena terbentur biaya pembangunan," ujar Wakil Bupati Dian Kristiandi, Sabtu (16/9/2017).
Ia mengungkapkan, program tersebut selalu ada setiap tahun. Pada 2018 mendatang Pemkab Jepara telah mengalokasikan anggaran untuk membantu warga membenahi RTLH.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



