Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Terkait penangkapan, kami tidak tahu, karena tupoksinya berbeda. Namun kami imbau masyarakat untuk waspada membeli produk kesehatan," kata Dwi Susilowati, Senin (18/9/2017).

Dalam sisi pengawasan, pihaknya telah melakukan pantauan ke apotek-apotek resmi yang berada di Jepara. Disamping itu, BPOM pun telah melaksanakan fungsi tersebut.

Baca Juga: Polda Jateng Jebak Pembuat Obat Perangsang dan Obat Kuat Palsu dari Jepara

Dirinya meminta warga tidak gampang percaya atau tergoda akan produk kesehatan yang ditawarkan atau diiklankan. Menurutnya masyarakat perlu mengecek kredibilitas serta kandungan yang tertera pada obat maupun jamu."Jika telanjur membeli namun ragu, silakan lapor ke petugas kesehatan terdekat, bisa puskesmas atau kader yang ada di desa," tuturnya.Lebih lanjut ia mengatakan untuk tidak gampang membeli obat melalui jalur online. "Sebelum membeli sebaiknya memeroleh resep dari dokter yang terpercaya lalu beli di apotek yang jelas. Kalau ada orang yang menawarkan obat ke rumah-rumah jangan mudah percaya," tuturnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler