Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Jepara M. Fakhruddin menjelaskan, dua lembaga itu adalah pondok pesantren (Ponpes) dan sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI). Tanpa menyebut identitas keduanya, ia mengaku saat ini tengah dilakukan pendekatan oleh Ketua MUI dan Kemenag. 

"Mungkin belum dapat penjelasan yang lebih bagus, oleh karenanya, kami menggandeng MUI dan berkoordinasi dengan Kemenag. Hari ini Ketua MUI sudah melakukan komunikasi dengan pihak ponpes," kata dia, Rabu (27/9/2017). 

Baca Juga: Capaian Imunisasi MR di Jepara Lebihi Target Nasional

Menurutnya, untuk ponpes yang menolak adalah setingkat dengan sekolah menengah pertama. Sedangkan untuk MI yang setara dengan sekolah dasar, sebenarnya telah melakukan imunisasi, namun baru sampai pada tahap 49 persen dari seluruh murid. 

Fakhruddin berharap, jika pendekatan itu berhasil mampu mengangkat jumlah peserta imunisasi MR di Jepara. Adapun hingga Selasa (26/9/2017) jumlah peserta imunisasi sudah mencapai 98,21 atau 288.118 dari total target 293.376 orang usia 9 bulan hingga 15 tahun. Terpisah, Ketua MUI Jepara Mashudi mengaku telah melakukan komunikasi dengan pihak ponpes. Dari komunikasi yang terjalin, alasan pondok pesantren tersebut terungkap bahwa mereka belum mendapat persetujuan dari orang tua."Sebenarnya bukan menolak, hanya saja kebanyakan santri kebanyakan berasal dari luar Jepara, seperti Jakarta dan sebagainya sehingga mereka memerlukan persetujuan dari orang tua mereka. Maka dari itu, tadi Puskesmas membuatkan formulir persetujuan untuk orang tua mereka," jelasnya. Meskipun telah melakukan komunikasi, namun pihaknya tak bisa menggaransi semua santri di ponpes akan mengikuti program tersebut. "Ya nanti bergantung orang tua mereka, apakah menyetujui atau tidak. Kalau setuju, anak mereka akan diimunisasi, namun kalau tidak ya tidak," tambah Mashudi.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler