Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu dikatakan oleh Sumarto Rofiun, Ketua Panitia Barikan Qubra 2017. Ia menyadari, wajah Desa Karimunjawa, kini bukan lagi daerah terpencil yang tak menarik. Justru di gugusan kepulauan tropis itu, dapat menarik wisatawan mancanegara ataupun lokal berkunjung.

"Ketika Karimunjawa belum ramai seperti ini, masyarakat umumnya sudah menyelenggarakan tradisi Barikan. Kata Barikan sendiri berasal dari kata barokah atau berkah. Nah kebiasaanya setiap Kamis Pon memasuki Jumat Wage, warga berkumpul di persimpangan jalan dan melakukan kendurian dengan membawa buceng atau tumpeng," katanya dihubungi lewat telepon.

Ia mengatakan, tradisi tersebut sebenarnya diadakan tiap bulan pada hari Jumat Wage. Namun khusus untuk Barikan Qubra diadakan bertepatan dengan bulan Sura. 

"Nanti akan dikemas supaya dapat menarik wisatawan, disertai dengan adegan teatrikal. Ceritanya nanti ada arak-arakan tumpeng utama disertai tumpeng-tumpeng lainnya, yang coba direbut oleh bajak laut, nah karena kegigihan warga maka tumpeng itu dapat direbut kembali," terang Sumarto.Dirinya mengatakan, selain melestarikan tradisi dan menjaga tali silaturahmi antarwarga, acara itu juga dikemas sebagai atraksi penarik wisatawan. Sehingga panitia berinovasi melalui sajian teatrikal."Arak-arakan tumpeng nanti akan sampai ke pelabuhan, sebagian dari tumpeng yang telah dipotong akan dibuang kelaut, disharing (bagi) dengan ikan-ikan di laut. Harapannya dengan berbagi, rezeki yang diterima masyarakat baik dari hasil bumi maupun laut akan melimpah. Hal ini menunjukan pula rasa syukur terhadap Tuhan pemberi rezeki," tutup Sumarto.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler