Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sekretaris Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jepara Rhobi Shani mengatakan, Festival Teater Jepara 2017 diikuti 13 kelompok teater. Mereka berasal dari kelompok teater sekolah setingkat SMA sederajat. 

"Sengaja yang kami sasar kelompok teater sekolah. Karena, bentuk festival teater kali ini, mengangkat unsur-unsur kesenian tradisional yang ada di Jepara," kata Rhobi, Kamis (12/10/2017). 

Ia mengatakan, setiap penampil wajib mengangkat unsur tradisional khas Jepara. Di antaranya seni emprak dan kentrung.  Pengolaborasian seni khas Jepara dengan teater adalah upaya DKD untuk mencari bentuk pementasan teater "ala" Jepara. Selain  itu pada saat tampil pementas juga menggunakan bahasa Jawa dialek Jepara. 
Alasan mengapa peserta harus mengilustrasikan seni khas Jepara, lanjut Rhobi, karena Emprak dan Kentrung sudah semakin menyusut regenerasinya. Selain itu, seni tradisional khas Jepara dianggap tidak jauh dari seni teater modern. "Dalam teater modern ada musik, penceritaan dan akting aktor, begitu pula dengan emprak atau kentrung terdapat unsur-unsur tersebut," tambahnya. Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler