Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mobil buatan Sadad tidak hanya sebagai pemanis semata, namun bisa berlari kencang. Dibawah kap, ia menanamkan mesin berkapasitas 1.600 CC. 

Ia mengatakan, semua bodi mobil buatannya terbuat dari kayu jati tua. Untuk menyelesaikannya, ia mengaku membutuhkan waktu selama dua bulan. Selain akan diikutkan pada kompetisi JVWF (Jogja Volkswagen Festival) 2017, mobil buatannya itu juga menjadi "ikon" saat ada pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Jateng yang dihelat di Jepara seminggu yang lalu. 

Sadad mengatakan, ide untuk memodifikasi bodi VW berawal dari kenangan masa kecilnya. 

"Waktu itu saya sebenarnya mau membuat sofa dari bagian mobil VW yang tengah tren. Namun, setelah melihat mobil yang saya pesan kok kerusakannya parah sekali. Disitu saya teringat sering dibelikan mobil-mobilan oleh ayah saya waktu kecil. Nah timbul ide untuk mengubah bodinya dari besi menjadi kayu kemudian diberi mesin," ucapnya Rabu (1/11/2017).

Berawal dari situ, ia kemudian bereksperimen dengan kreasi VW kayu pertamanya. Tahun 2015 lalu, ia mencoba untuk membuat VW model Safari. 

Dari ujicoba trial and error ia menemukan tantangan tersendiri dalam pembuatan mobil kayu. Sadad menyadari, dalam membangun rangka mobil atau chassis
"Ternyata antara mengelas (rangka) dengan pembuatan bodi kayu harus selaras, harus kerjasama antara tukang las dan tukang kayu. Tidak bisa dipisah. Karena bisa tidak pas. Selain itu untuk mekanisasinya juga perlu diperhatikan betul," ujar pengusaha meubel yang tinggal di Desa Ngabul RT/RW : 3/5, Kecamatan Tahunan-Jepara. Namun karena kecintaanya pada VW dan usahanya yang keras, ia lantas berhasil menyelesaikan karya pertamanya. Kini mobil VW Safari sudah terbeli oleh kolektor Volkswagen asal Bandung dan dihargai Rp 150 juta. Untuk mobil keduanya yakni VW jenis Karmann Ghia, Sadad mengaku sudah menghabiskan modal hampir seratus juta rupiah. Hal itu digunakannya untuk membeli mesin VW asli, membuat bodi dari kayu jati tua dan menghias interior serta eksterior mobil. "Untuk kesulitan memodifikasi mobil VW karya saya yang kedua, adalah pada bagian depan dan frame (bingkai) kaca. Selain itu beberapa suku cadang harus didatangkan dari luar negeri, seperti lampu belakang," ujarnya. Adapun, untuk mobil pertamanya yakni VW Safari pernah menyabet beberapa penghargaan pada ajang JVWF tahun 2015. Diantaranya Best Modification Heavy dan VW People Choice. Selain itu penghargaan dari luar negeri pun pernah disabet mobil tersebut yakni, dari majalah VW  Jepang dan Ukraina. Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler