Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hal itu diakui oleh seorang perajin keranjang parsel anyaman rotan, Tohari (41). Menurutnya, menjelang hari raya Natal memang terjadi lonjakan pesanan. Dari biasanya 1000 set (tiga buah keranjang), kini jumlahnya bisa enam kali lipat. 

"Peningkatan itu ada, namun keadaan ekonomi sekarang agak lesu. Kalau tahun kemarin pelanggan kami begitu pesan parsel uangnya langsung dibayarkan, kalau sekarang mungkin bisa molor," ujarnya ditemui di rumahnya Desa Teluk Wetan RT 18 RW 3, Selasa (5/12/2017). 

Ia mengatakan, kenaikan pesanan tidak hanya terjadi pada usaha miliknya. Rerata perajin keranjang parsel yang ada di kawasan tersebut juga mengalami hal serupa. Jika dihitung, total kenaikan pesanan untuk seluruh perajin yang ada di kampung tersebut bisa mencapai 10 persen. 

Selain kendala pembayaran yang lamban, bahan baku rotan juga agak langka. Terutama untuk rotan yang berukuran kecil berdiameter 2-2,5 miimeter. Jika pun ada, harganya pun melonjak. 
"Kalau bahan baku rotan kami peroleh dari pengepul yang mendatangkan dari Kalimantan. Namun untuk yang ukuran 2-2,5 milimeter agak susah dicari, adanya yang 2,7 milimeter. Sedangkan bila parsel dikerjakan dengan rotan berukuran besar, hasil akhirnya tidak rapih," urainya. Tohari mengatakan, untuk setiap set parselnya dijual mulai harga Rp 13 ribu hingga puluhan ribu rupiah. Hal itu bergantung pada motif dan besar kecilnya parsel. "Menjelang Hari Raya Natal, pesanan sudah ada sekitar 6000. Untuk memenuhinya saya juga mengambil dari tetangga sekitar yang juga membuat kerajinan ini. Pekerja saya yang di gudang ini ada empat, termasuk saya dan istri saya. Namun kalau yang dibawa pulang pekerjanya ada sekitar 10 orang ibu-ibu," pungkasnya. Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler