Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Amin Ayahudi koordinator komunitas tersebut mengatakan, temuan itu didapatkan di Desa Kaligarang, Kecamatan Keling, beberapa saat lalu. Lokasinya berada disebuah lahan tak bertuan yang cukup luas. 

Dari kenampakannya, ia menduga pecahan keramik tersebut berasal dari peradaban yang cukup tinggi. "Hal itu dilihat dari bentuk dan pecahan keramik yang ditemukan. Disana dimungkinkan ada peradaban yang tinggi. Diduga barang seperti itu bukanlah milik penduduk biasa. Namun hal itu masih perlu penelitian lebih lanjut," ujarnya, (13/12/2017).

Ia mengatakan, temuan pecahan keramik itu bukan yang kali pertama terkait jejak-jekak peninggalan kerajaan Kalingga. Beberapa tahun silam juga ditemukan prasasti berhurufkan palawa dan kini tersimpan di BPCB Jateng. Adapula temuan Candi Angin dan Saptorenggo di wilayah Desa Tempur Kecamatan Keling. "Kami meyakini bukti-bukti lainnya sebenarnya banyak tersebar di Keling dan Donorojo," ungkapnya. Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler