Polantas Jepara yang Diserang Pemuda di Alun-alun Dapat Penghargaan Kapolda
Padhang Pranoto
Selasa, 19 Desember 2017 16:20:34
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ditanya melalui perpesanan instan, Anton mengaku bangga dan bersyukur atas penghargaan yang diperolehnya. Dengan apresiasi tersebut, ia mengaku memacu dirinya untuk bekerja lebih baik.
Hingga kini, ia sendiri tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti itu. "Tidak ada firasat apapun sebelum kejadian tersebut," kata Banit Unit Turjawali Satlantas Polres Jepara itu.
Baca: Zainal,Warga Desa Tubanan Ini Serang Polisi di Alun-Alun Jepara
Seperti diketahui, penyerang Bripka Anton diduga kuat mengalami gangguan jiwa. Adapun, nama yang bersangkutan adalah Zainal Abidin, warga Desa Tubanan, RT/RW : 06/04, Kecamatan Kembang. Saat itu pria berumur 21 tahun itu, diingatkan oleh Anton agar tak memasuki arena CFD dengan motor. Namun ia justru mengamuk dan menyerang polisi.
"Pada saat itu saya tidak tahu kalau orang itu orang gila. Hanya saja selagi belum mengancam jiwa saya masih bertahan. Ketika lama bertahan tapi semakin brutal dan menendang-nendang lalu mengundang banyak massa, baru saya coba lumpuhkan," kata dia mengenang kejadian tersebut.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



