Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pernyataan itu dikatakan oleh Rektor Undip Yos Johan Utama, saat memberi sambutan pada acara sambang MSTP oleh Menristekdikti Muhamad Nasir, Jumat (29/12/2017). 

"Kampus Teluk Awur yang beberapa saat lalu tertidur, mudah-mudahan tidak lagi tidur. Kita akan persiapkan dan galakan (kegiatan akademis). Kami sudah meningkatkan dana penelitian, dari semula Rp 8 miliar menjadi Rp 48 miliar," ucapnya. 

Selain sebagai pusat penelitian teknologi kemaritiman, di tempat tersebut juga akan dibuka beberapa kelas. Khusus putra daerah (Jepara) Yos menyebut akan memberikan kesempatan tersendiri. 

Ia menyebut, kampus di pinggir Laut Jawa itu diresmikan oleh Wakil Presiden Tri Sutrisno. Sempat aktif, akan tetapi kini tempat tersebut sepi dari aktifitas perkuliahan. Dengan revitalisasi tersebut, diharapkan akan membawa dampak perekonomian yang lebih baik kepada warga.

"Teluk Awur akan benar-benar dijadikan kampus kedua selain di Semarang. Akan ada paling tidak 200-400 mahasiswa di sini, sehingga berdampak ekonomi paling tidak pada penyediaan indekos. Nanti saya akan bicara pada wakil rektor I terkait hal tersebut," tambahnya. 

Selain itu, pada fasilitas MSTP akan disediakan pendidikan dan pelatihan bagi warga yang ada disekitar kampus. " ucapnya.

Direktur MSTP Ridwan mengamini hal tersebut. Ia berharap suasana "angker" yang menyelimuti kampus dapat dipatahkan dengah revitalisasi itu. "Benar apa kata Pak Rektor tadi, kehadiran MSTP harus mampu merubah suasana uka-uka (program televisi misteri) yang nantinya akan membawa dampak positif bagi Jepara," tuturnya.
Dikatakannya, Marine Science Techno Park akan berfokus pada tiga hal. Yakni, kegiatan pengembangan riset, pengembangan bisnis usaha dan pembuatan klaster berbasis industri. Meskipun usia MSTP masih terhitung muda, yakni tiga tahun. Namun fasilitas ini telah mendapatkan kepercayaan dari Ristekdikti dengan memeroleh bantuan alat penelitian senilai Rp 10 miliar. Ridwan menyebut, fasilitas yang ada di MSTP diantaranya Desalinisasi atau membuat air laut tak asin, dan layak untuk dijadikan pengairan tambak, penetasan udang, tambak, teknologi asap cair dan sebagainya. "Disamping itu akan ada anchor industry yang akan menjembatani hasil penelitian untuk menjadi faktor ekonomi. Kami sudah bekerjasama dengan beberapa perusahaan untuk hal itu," terangnya. Sementara itu, Menristekdikti Muhamad Nasir berpesan agar MSTP menularkan kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar. Selain penelitian, ia berharap ada output berupa teknologi yang dapat dimanfaatkan warga. "Dengan MSTP saya ingi mencoba supaya riset itu menjadi baik. Tak cukup publikasi ilmiah, tapi bagaimana penelitian dijadikan industrilialisasi. Untuk Undip Publikasi sudah cukup baik, nomor empat se Indonesia. Kita tahun ini sudah mengalahkan Thailand (dalam publikasi), jumlah publikasi kita 15 ribuan lebih, sementara Thailand 14 ribuan publikasi," ujarnya diiringi tepuk tangan.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler