Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sejak Rabu pagi puluhan ribu pelajar yang terdiri dari siswa-siswi setingkat SMA, MA, SMK, dan SMP serta MTS itu datang dari ratusan sekolah yang tersebar di 15 kecamatan di Jepara. Mereka darang ke SGBK menumpang truk dan bus serta mobil yang disewa oleh pihak sekolah.

Wakapolres Jepara Kompol Aan Hardiansyah mengatakan, kegiatan ini berawal dari semangat untuk menghindari penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

"Deklarasi Pelajar Jepara Anti Narkoba merupakan ikhtiar untuk memberikan motivasi kepada para pelajar untuk menolak narkoba," tuturnya, yang juga ketua panitia acara tersebut.

Ia mengemukakan, selain deklarasi pelajar, peserta kegiatan ini juga telah membuat surat pernyataan untuk tak menggunakan narkoba. Kedepan, deklarasi tersebut tak hanya sebatas seremoni, namun akan ditindaklanjuti dalam pembelajaran di ruang sekolah.

"Nantinya tenaga pendidik tidak hanya dari sekolah, akan tetapi kita (Polisi) melalui Bhabinkamtibmas akan mengajarkan tentang gerakan antinarkoba," urainya.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Jepara Udik Agus DW mengungkapkan, secara bertahap akan diadakan Diklat khusus terhadap pendidik."Selain pendidikan kilat bagi pendidikan, materi gerakan antinarkoba di sekolahan, juga akan mendapatkan evaluasi secara bertahap agar secara efektif diterapkan dalam usaha membentengi kalangan pelajar terkait bahaya narkoba," urainya yang juga Kepala SMAN I JeparaSeorang siswi Yuni Oktaviani (15) murid SMAN I Kembang itu mengaku berangkat dari sekolahnya pukul 08.00 WIB."Saya berangkat bersama 400 teman saya, menumpang mobil ramai-ramai datang ke stadion untuk mengikuti kegiatan ini. Terkait narkoba harapannya saya atau teman saya tak ada yang menggunakannya. Kalaupun ada, kami lebih berani untuk melaporkanya," ujar pelajar Kelas X itu.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler