Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Data Pusdalops BPBD Jepara, warga terdampak berada di tiga rukun tetangga (RT) dan dua Rukun Warga (RW). Sebanyak 30 KK ada di RT 03 RW 1, 7 KK di RT 1 RW 2, 48 KK di RT 2 RW 1 dan 6 KK di RT 1 RW 1. Sementara sekolah yang terdampak berada di RT 2 RW 1.

"Dari assesment yang kita lakukan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Kerusakan bangunan pun tak ada," ujar Didik Irawan Operator Pusdalops BPBD Jepara.

Ia menyebutkan, banjir tersebut terjadi karena adanya pertemuan dua sungai yang meluap akibat hujan lebat. Setelah sempat merendam perkampungan dengan tinggi 1,5-2 meter, air cepat surut.

"Banjir meninggalkan lumpur. Warga secara bergotong royong membersihkan lingkungan rumah," katanya.

[caption id="attachment_137225" align="aligncenter" width="715"] Seorang siswa menunjukan tumpukan buku yang basah karena terendam banjir, Kamis (8/2/2018). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)[/caption]

Sementara itu, Kepala MTS Miftahul Huda Hanif Syaifudin memaparkan sekitar 100 muridnya tak dapat masuk sekolah. Selain merendam ruang kelas, banjir juga menenggelamkan beberapa unit komputer.
"Buku-buku dan dua komputer serta printer milik kami terendam, sehingga tak bisa digunakan. Beruntung 15 komputer yang akan digunakan untuk ujian sudah kami ungsikan ke lantai dua," ungkapnya.Hal serupa diungkapkan oleh Rohmad, Kepala RA Miftahul Huda Sumberejo. Menurutnya, beberapa peralatan edukasi milik sekolah terendam banjir."Kalau ditanya tentang kerugian, kami belum mengkalkulasi dengan pasti. Namun taksiran kami mencapai ratusan juta rupiah, untuk tiga sekolah," paparnya.Seperti diberitakan sebelumnya, tiga sekolahan tak bisa beroperasi karena diterjang banjir. Ketiganya adalah Raudlatul Athfal, MI dan MTS Miftahul Huda.Editor : Ali MuntohaBaca : Banjir Sedalam 2 Meter Rendam Desa Sumberejo Jepara

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler