Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Miftah menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/2/2018) dini hari. Sekitar pukul 04.00 WIB ia dibangunkan oleh anaknya ketika tengah terlelap di ruang tamu.

"Saat itu anak saya tiba-tiba membangunkan saya, karena mendengar bumi keras dari bagian rumah, krak..krak..krak...Mulanya saya tak tahu, tapi kemudian kami sekeluarga ke luar rumah. Ketika berada di luar, rumah bagian samping kiri mulai longsor," katanya ditemui MuriaNewsCom.

Ia mengatakan, sebelum kejadian tersebut tak ada tanda-tanda terlebih dahulu. Dirinya mengungkapkan, bagian rumahnya yang longsor menempel pada pagar rumah.

Sedangkan, bagian pagar rumah sampingnya ia bangun dengan tidak menggunakan pondasi cakar ayam. "Bertahun-tahun lalu juga tidak apa-apa ketika ada hujan deras. Namun kali ini, pondasi tidak kuat menahan derasnya air dan kemudian longsor," tuturnya.Selain ruangan-ruangan rumah yang hancur karena longsor, sebuah sepeda motor miliknya juga ikut tertimbun material. Dari kejadian tersebut, ia menaksir kerugiannya mencapai Rp 40 juta."Untuk langkah sementara, saya bersama warga menahan tembok yang masih tersisa dengan bambu. Kemudian selanjutnya kami membersihkan material yang longsor," pungkasnya.Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler