Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Camat Undaan Rinardi Budiyanto mengatakan, kondisi tanggul sungai tersebut memang sudah sangat kritis. Lantaran gerusan air yang begitu deras. Sebelumnya, tanggul tersebut sudah menampakan tanda-tanda kerapuhan.

"Tanggul yang kritis memiliki panjang 100 meter, dari total panjang tanggul yang mencapai 200 meter dari gang 14 hingga 17. Bagian yang kritis kini tinggal menyisakan luas sekitar 1,5 meter dari mulanya 4 meter," kata Rinardi.

Namun demikian, pihaknya tak lantas bisa mengambil tindakan. Hal itu karena kewenangan perbaikan tanggul berada di tangan BBWS Pemali Juwana. Menurut Rinardi, sudah ada petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai yang turun ke lokasi tanggul kritis di Desa Medini.
Ia menuntut, perbaikan segera dilakukan mengingat musim hujan tengah mencapai puncaknya. Pihak Desa Medini mengaku telah mengirimkan surat terkait hal tersebut kepada BBWS Pemali Juwana jauh jauh hari."Pengalaman di tahun 2002 dan 2007 silam tanggul pernah jebol. Kini tanggul tengah dalam kondisi kritis, hal itu tentu mengancam ribuan warga Medini. Maka dari itu harus segera ditangani." tegasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler