Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Lulut Andi Ariyanto, Kasi Kebersihan dan Persampahan DLH Jepara mengatakan,sebagian kegiatan tersebut telah dilaksanakan sebelum puncak peringatan HPSN, yang jatuh setiap tangal 21 Februari. Sasaran kegiatan itu, adalah pantai dan tempat umum yang ada di wilayah Jepara.

"Sasarannya diantaranya Pantai Semat, Pantai Tegal Sambi, Pantai Teluk Awur dan Alun-alun Jepara," kata Lulut.

Menurutnya, dari hasil pembersihan diperoleh tumpukan sampah sebanyak 16 ton. Sampah-sampah tersebut tersebar ditempat-tempat tersebut dan mengganggu pemandangan serta kebersihan lokasi pariwisata.

Ia mengatakan, kegiatan pungut sampah akan dilakukan secara intens selama tiga bulan ke depan. Mulai dari Bulan Februari hingga April 2018. Kegiatan itu sendiri bertajuk TBBS atau Tiga Bulan Bebas Sampah.

"Kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung Jepara bebas dari Sampah pada tahun 2020," imbuhnya.

Lulut menjelaskan, HPSN diperingati untuk mengenang peristiwa tragis, meledaknya TPS Leuwigajah 2005 lalu. Pada peristiwa itu, 140 orang tewas dan 69 rumah rusak di Cilimus dan Pojok, Jawa Barat, karena tertimpa longsoran gunung sampah yang mencapai 2,7 juta meter kubik.

Oleh karenanya, DLH Jepara menyiapkan rangkaian kegiatan sesuai Surat Edaran Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SE.1/MenLHK/PSLB3/PLB.0/1/2018. Selain pungut sampah, beberapa kegiatan yang akan dilakukan adalah bersih-bersih pantai Ecobrick Goes To School, sosialisasi melalui media sosial dan sebagainya.

"Namun demikian, diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat untuk mewujudkan Jepara bebas sampah," paparnya  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jepara kegiatan bersih-bersih pantai, Rabu (21/2/2018). Sebanyak 16 ton sampah dikumpulkan dari berbagai pantai yang ada di Bumi Kartini.

Lulut Andi Ariyanto, Kasi Kebersihan dan Persampahan DLH Jepara mengatakan, kegiatan tersebut sebagian telah dilaksanakan sebelum puncak peringatan HPSN, yang jatuh setiap tangal 21 Februari. Sasaran kegiatannya adalah pantai dan tempat umum yang ada di wilayah Jepara."Sasarannya diantaranya Pantai Semat, Pantai Tegal Sambi, Pantai Teluk Awur dan Alun-alun Jepara," kata Lulut.Menurutnya, dari hasil pembersihan diperoleh tumpukan sampah sebanyak 16 ton. Sampah-sampah tersebut tersebar ditempat-tempat tersebut dan mengganggu pemandangan serta kebersihan lokasi pariwisata.Ia mengatakan, kegiatan pungut sampah akan dilakukan secara intens selama tiga bulan ke depan. Mulai dari Bulan Februari hingga April 2018. Kegiatan itu sendiri bertajuk TBBS atau Tiga Bulan Bebas Sampah."Kegiatan ini akan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung Jepara bebas dari Sampah pada tahun 2020," imbuhnya.Lulut menjelaskan, HPSN diperingati untuk mengenang peristiwa tragis, meledaknya TPS Leuwigajah 2005 lalu. Pada peristiwa itu, 140 orang tewas dan 69 rumah rusak di Cilimus dan Pojok, Jawa Barat, karena tertimpa longsoran gunung sampah yang mencapai 2,7 juta meter kubik.Oleh karenanya, DLH Jepara menyiapkan rangkaian kegiatan sesuai Surat Edaran Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SE.1/MenLHK/PSLB3/PLB.0/1/2018. Selain pungut sampah, beberapa kegiatan yang akan dilakukan adalah bersih-bersih pantai Ecobrick Goes To School, sosialisasi melalui media sosial dan sebagainya."Namun demikian, diperlukan partisipasi aktif dari masyarakat untuk mewujudkan Jepara bebas sampah," paparnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler