Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Suparlan senior manager Mais Tour, biro umroh yang mengurus perjalanannya menyebut kematian Mahmudah mendadak. Saat berada di tanah suci, yang bersangkutan tak menunjukan gejala sakit.

"Namun waktu ia berada di Bandara Ahmad Yani Semarang, Bu Mahmudah sempat mabuk dan mengeluh pusing. Namun saat diperjalanan (menuju Pati) kondisi yang bersangkutan baik-baik saja. Akan tetapi, setelah buang air kecil di pom bensin, tubuhnya kemudian oleng dan tak dapat berjalan. Kemudian saat berada di kursi yang ada di ruang tunggu musala, ia meninggal dunia, sekitar pukul 14.00 WIB," jelasnya.

Mengetahui hal itu, biro perjalanan pun mengontak Polsek Jekulo. Selain itu, dokter dari Puskesmas setempat, pun melakukan pemeriksaan.
"Pemeriksaan dokter Nurul Soraya dari Puskesmas Jekulo, yang bersangkutan meninggal secara wajar. Diduga kematiannya karena penyakit jantung," kata Subakri, Kapolsek Jekulo.Saat ini, jenazah korban dalam perjalanan menuju kediamannya di Desa Tretek RT 2 RW 1 Kecamatan Pucakwangi-Pati. Jenazah Mahmudah dievakuasi dari Musala SPBU Terban pada sekitar pukul 16.00 WIB.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler