Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pasien dirawat di RSUD dr. Loekmono Hadi. Pertama kali pasien masuk pada Selasa malam sekitar pukul 20.30 WIB. Jumlahnya terus bertambah menjadi 27 orang hingga Rabu (21/3/2018) dinihari.

Direktur rumah sakit tersebut Abdul Aziz mengungkapkan, kebanyakan pasien yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD), mengeluh pusing dan lemas.

"Bahkan ada seorang pasien yang harus dirawat diruang intensif care unit (ICU) karena tingkat kesadarannya menurun dan responnya tidak baik," kata dia.
Sementara itu, informasi yang dikumpulkan hajatan sendiri digelar pada hari Minggu (18/3/2018). Warga yang mendapatkan berkat (makanan hajatan) pun tak menaruh curiga akan penganan tersebut, lantas memakannya.Adapun, gejala keracunan seperti mual dan pusing baru dirasakan warga yang mengonsumsi penganan itu, mulai Senin (19/3/2018) sore. Kemudian, pada Selasa gejala itu mulai menguat.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler