Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


"Sekarang ini di Jepara pekerja (dengan keahlian tertentu) banyak yang berasal dari luar provinsi (Jateng). Tentunya hal ini memerlukan perhatian dari pemerintah Jepara," tutur Gideon Suhartoyo, Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jateng, baru-baru ini di Jepara.

Menurutnya, serbuan tenaga ahli yang berasal dari luar provinsi karena Jepara belum mampu memenuhi pekerja sektor tersebut. Sehingga, industri kemudian menyerap pekerja berkemampuan khusus dari daerah lain.

Ia mengatakan, permasalahan itu dapat diselesaikan dengan membuka balai latihan kerja (BLK), sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan solusi itu, diharapkan pemenuhan tenaga ahli dapat dipenuhi dari dalam kabupaten Jepara.

"Pendidikan dan pelatihan bagi buruh harus terus didorong. Bila tidak, nantinya pasti akan ada migrasi pekerja berkemampuan khusus dari daerah lain," tambahnya.Dirinya juga menuntut pekerja tak hanya lihai menuntut upah naik. Sementara produktifitas dan keahlian pekerja tidak kunjung bertambah."Pekerja juga harus meningkatkan kualitas diri mereka, tak hanya tuntut gaju naik. Caranya ya ikut pelatihan-pelatihan," tegasnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler