Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Menurut data, korban meninggal akibat terinfeksi HIV-AIDS berjumlah 205 orang. Sedangkan dalam kurun 1997-2017 penderita penyakit tersebut mencapai 890 orang. Di tahun 2017 sendiri, ada 149 orang terinfeksi dengan 8 orang meninggal dunia.

"Seringkali kita masih mendengar bahwa terdapat kelompok masyarakat yang enggan, tidak berani, bahkan menolak melakukan pemulasaran jenazah ODHA karena takut tertular virus HIV.” ujar Setyadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Setda Jepara, Selasa (27/3/2018).

Ia menyebutkan, pengetahuan akan pemulasaraan jenazah orang dengan HIV AIDS (ODHA) perlu dikuasai oleh modin. Jika tidak, maka akan timbul permasalahan seperti penolakan jenazah.

Para modin diberikan pemahaman tentang HIV/AIDS dan cara penanganan jenazah ODHA yang tepat, oleh para narasumber dari Kantor Kemenag dan Dinkes.Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Lukito Sudi Asmara mengharapkan, dengan adanya pelatihan tak ada lagi diskriminasi terhadap jenazah ODHA. Selain itu, ia mengimbau agar ilmu yang diberikan dapat ditularkan."Syukur-syukur kelompok yang ada dari para peserta bisa menularkan kepada yang lain. Harapan kami juga bisa dikembangkan kepada yang lain yang memang minat dan serius,” harapnya.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler