Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Desa Karimunjawa Arif Rahman membenarkan hal tersebut. Menurutnya, jalan yang putus melintang sepanjang lebih kurang 3 meter. Sementara kedalamannya mencapai 2,5 meter.

Praktis, jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda empat atau lebih. Namun untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki, masih memungkinkan lewat.

"Ada jembatan darurat yang dibuat dari kayu untuk dilewati oleh motor dan pejalan kaki," tuturnya.

Hanya saja, ia mengakui hal itu kurang efektif. Apalagi, jalan tersebut merupakan akses utama, dari Desa Karimunjawa menuju Desa Kemojan.

[caption id="attachment_139617" align="aligncenter" width="715"] Wisatawan terlihat menyebrang melalui jembatan darurat yang dipasang diatas rekahan jalan, yang tadi pagi sekitar pukul tujuh ambrol. Jalan tersebut merupakan akses utama dari Desa Karimunjawa ke Desa Kemojan, Rabu (28/3/2018). (ISTIMEWA)[/caption]

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Camat Karimunjawa Noor Sholeh. Menurut dia, akses tersebut merupakan akses satu-satunya menuju Kemojan. Praktis, ambrolnya jalan mengganggu lalu lalang warga, termasuk para wisatawan.
"Untuk tur darat memang tidak memungkinkan. Tadi ada turis yang menyeberang melalui jembatan darurat. Namun Karimunjawa kan terkenal dengan tur laut," ujarnya.Sebagai langkah awal, pihak Kecamatan Karimunjawa, hari ini akan membuat jalan alternatif. Hal itu dilakukan, agar aktifitas warga dan wisatawan tidak terganggu.Menurut Sholeh, pembukaan jalan alternatif akan menggunakan alat berat. Selain itu, warga sekitar dan paguyuban pengemudi juga turut ambil bagian dalam swadaya tersebut."Lokasi jalan alternatif berada 25 meter dari jalan yang putus. Sebenarnya jalan (ambrol) itu sudah menjadi TO (Target Operasi) dari PUPR (untuk dibenahi). Tahun ini memang sudah dianggarkan, namun memang karena kondisi hujan dan keadaan jalan sudah parah, akhirnya ambrol," urainya.Sebelum ambrol, jalan tersebut sempat mengalami penurunan ketinggian. Hal itu kemudian telah dilaporkan kepada dinas terkait, untuk ditindaklanjuti.Editor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler