Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Itulah yang mengemuka sesaat setelah Ima dan Rhy, sastrawan yang sama-sama berasal dari Kecamatan Dawe, Kudus, menunjukan kebolehannya.

Ima, yang seorang guru menampilkan karyanya "Si Bola Mata". Dikatakannya, karya tersebut merupakan penggalan-penggalan status yang ia buat sejak tahun 2017. Malam itu, Jumat (30/3/2018) ia memamerkan karyanya beserta anak didiknya yang tergabung dalam Teater SAKA.

Sementara Rhy menampilkan karya bertajuk ANAHOM. Dalam performance art itu, ia mengajak serta dua orang karibnya.

Dikatakan Rhy, ia menceburkan diri dalam dunia teater secara tak sengaja. Menurutnya, ia bukanlah seorang yang mengkhususkan diri belajar mengenai dunia pertunjukan panggung.

"Namun saya banyak bersinggungan dengan teman-teman yang menggeluti dunia teater di Yogyakarta," tuturnya.Dari situ, ia lantas semakin tenggelam dalam dunia sastra. Puncaknya ketika Rhy menelurkan karya berupa novel dan antologi puisi.Ia mengatakan, dengan adanya even bulanan FASBuK dirinya berharap dapat berkarya di kota kelahirannya sendiri."Harapannya FASBuK memang untuk memberikan ruang bagi para kreator seni, sastra dan budaya agar tetap hidup serta produktif menyajikan hasil karyanya untuk dinikmati oleh masyarakat Kudus," pungkas Rhy.‎Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler