Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Contoh nyatanya adalah terkait program gubernur Mitra 02 dan Mitra 25. Sebuah program kredit tanpa agunan yang merupakan program gubernur. Dalam beberapa kesempatan, Bupati Kudus H Musthofa juga turut mempromosikan program tersebut kepada masyarakat.

”Program dari Bapak Gubernur itu harus didukung semua pihak. Terutama Bank Jateng, karena untuk memberikan kemudahan agar pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang merupakan sektor riil, agar bisa berkembang lebih cepat,” tuturnya.

Gubernur Ganjar meluncurkan program Mitra 02 dan Mitra 25 sendiri, adalah kredit yang tidak diwajibkan menggunakan agunan. Ini memang diperuntukkan bagi pelaku UMKM. Yang tujuannya memberikan pinjaman modal untuk peningkatan produktivitas.

Sebelum program gubernur tersebut diluncurkan, Bupati Musthofa juga sudah terlebih dahulu meluncurkan program bernama Kredit Usaha Produktif (KUP). Program ini juga membebaskan agunan bagi yang mengajukannya, dan digunakan untuk pengembangan usaha bagi pelaku UMKM.

KUP sendiri adalah jawaban bagi permasalahan dan tantangan bagi pelaku UMKM, dalam menjalankan bisnisnya. Antara lain masalah permodalan dan pemasaran. Selain juga tantangan lain, yaitu kualitas produk yang harus terus dijaga. Baik KUP maupun Mitra 02 dan Mitra 25, didukung penuh Bank Jateng.
Meski sama-sama mengeluarkan program yang mirip, namun Bupati Musthofa tidak lantas membuat hal itu sebagai sebuah kompetisi. Namun, bupati tetap ikut mempromosikan program milik gubernur tersebut, ke berbagai pihak dalam berbagai kesempatan. ”Semua demi kemajuan para pelaku UMKM, makanya harus kita dukung,” katanya.Bupati Musthofa mengatakan, tantangan lain bagi pelaku usaha adalah dalam hal pemasaran. Untuk mengenalkan produk dan memasarkan secara luas, bupati mengenalkan pemanfaatan teknologi informasi (TI). Karena akan sangat memberikan kemudahan dalam menjual berbagai produk yang ada. ”Berbagai sarana menjual produk secara online, hendaknya bisa dimanfaatkan secara baik,” tegasnya.Namun demikian, ditambahkan bupati, produk yang dijual harus berkualitas dan inovatif. Untuk bisa menghasilan produk yang bagus, para pelaku harus memiliki jiwa dan semangat pantang manyerah. ”Selain itu harus kreatif, inovatif, dan mau untuk terus belajar terhadap perubahan dan perkembangan zaman,” imbuhnya.Editor: Merie 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler