Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Ada resep sederhana yang dimiliki bupati, untuk bisa mengerti apa yang menjadi keinginan dan harapan dari masyarakat itu sendiri, sebelum membuat program yang memang dibutuhkan warga. Resep ini selalu berhasil, dan membuat bupati makin dicintai warganya.

Resepnya adalah 3M. Yakni mendengar, melihat, dan merasakan. Kalau sudah demikan, maka bupati akan melaksanakan apa yang menjadi harapan masyarakat. Bupati mengetahui betul apa yang menjadi kebutuhan warganya. ”Karena bagi saya, pemerintah atau negara harus hadir di tengah-tengah masyarakat, untuk memberi solusi berbagai persoalan yang dirasakan warga,” tegasnya.

Karena itulah, bupati bertekad memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Bukan hanya pelayanan prima, melainkan pelayanan excellent. Dengan slogan C2M2 yakni Cepat, Cermat, Mudah, dan Murah, bahkan gratis, masyarakat terpuaskan dengan kinerjanya.

”Itu memang tidak bisa saya lakukan sendiri. Karena saya dibantu satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang ada. Dan kami melakukan itu semua dengan penuh ketulusan dan keihlasan untuk masyarakat,” katanya.

Mengenai prestasi akuntabilitas kinerja pemerintahan yang terbaik di Jawa Tengah, bupati yang telah delapan tahun memimpin Kudus ini, ingin memberikan kemudahan. Yaitu pelayanan disentralkan di desa. Sebagai buktinya adalah pelayanan KTP atau KK di balai desa yang telah dilaksanakan sejak 2008 secara gratis!

Pemkab Kudus juga menjalin kerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN), terkait dengan berbagai inovasi yang telah dilakukan. Dan terus akan dikembangkan bagi pelayanan masyarakat yang semakin baik. ”Selalu saya katakan pada semua SKPD, jangan pernah berhenti untuk berinovasi. Belajarlah mendengar apa yang menjadi harapan masyarakat,” tuturnya.Diharapkan bupati, dengan adanya keterbukaan dari kepala daerah, masyarakat juga memberikan partisipasi untuk mengawal dan mengawasi semua programnya. Layanan dalam bidang kesehatan, pendidikan, bahkan sosial kemasyarakan yang lain, selalu ditingkat secara lebih baik. Kini, masyarakat bisa merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA/SMK negeri dan gratis di puskesmas dan kelas III RSUD dr. Loekmono Hadi.Transparansi yang dibangun membuahkan sebuah kepercayaan dari masyarakat dan stake holder. Bahkan kini, pihak swasta turut memberikan sumbangsihnya untuk membangun Kudus. Di antaranya yang secara fisik terlihat jelas yaitu berdirinya Gerbang Kudus Kota Kretek dan adanya berbagai taman kota yang dibangun tanpa menggunakan APBD.”Termasuk dalam bidang pendidikan. Kami telah mengembangkan pendidikan kejuruan dengan keunggulan khusus yang dibiayai dari perusahaan. Semua demi kepentingan masyarakat luas,” imbuhnya.Editor: Merie 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler