Selasa, 28 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Warung makan yang dimaksudkan sendiri adalah warung makan milik Bu Riyanti. Warung ini menjadi salah satu dari sekian banyak warung makan yang ada di pantai tersebut. Letaknya kurang lebih satu kilometer dari pintu masuk Pantai Bandengan.

Warung tersebut dari depan bentuknya biasa saja seperti rumah. Dengan display aneka makanan dan minuman di depannya. Namun sebuah jalan kecil di samping warung, menjadi jalan masuk ke bagian dalam, dengan beberapa buah gazebo di sana.

Baca juga : Liburan di Bandengan, Keluarga Kades Asal Kudus Ini Harus Bayar Makanan dengan Harga Tidak Wajar

Sejak Selasa (27/12/2016) siang sekitar pukul 13.00-16.00 WIB, warung terlihat sepi. Hanya ada tiga atau empat unit sepeda motor di depan warung. Satu buah gazebo tampak dihuni beberapa anak muda laki-laki yang sedang nongkrong menghabiskan waktu.

Di dalam warung ada juga deretan meja dan kursi makan. Namun juga tidak ada pengunjung yang datang. Hanya pengunjung pantai yang lewat, yang kemudian membeli makanan atau minuman.

Beberapa perempuan terlihat duduk di kursi depan warung. Di samping tumpukan kelapa muda yang ada di depan warung. Sesekali, penjaga warung melayani orang lewat yang membeli sesuatu di warung tersebut.

Hanya saja, saat hendak dikonfirmasi mengenai berita warungnya yang sedang viral di medsos, tidak ada penghuni warung yang bersedia bicara. Mereka menghindar. "Tidak tahu saya. Jangan ditanya apa-apa," jawab satu perempuan sambil berlalu ke dalam warung, ketika ditanya MuriaNewsCom, Selasa (27/12/2016).Sebelum warung Bu Riyanti ini, ada juga sebuah warung ikan bakar. Namun berkebalikan dengan warung Bu Riyanti, warung itu sangat ramai dengan pengunjung. Halaman parkir dan meja kursi di warung tersebut, juga penuh.Rupanya, berita di medsos soal warung Bu Riyanti ini, sudah sampai ke beberapa pemilik warung di Pantai Bandengan. Mereka juga merasa cukup terganggu dengan hal itu."Ya, memang terganggu sekali. Banyak pengunjung pantai yang batal membeli atau makan ikan bakar karena takut harganya mahal. Padahal, kami menerapkan harga yang wajar, kok. Ya, harusnya dilihat-lihat dulu siapa orangnya yang jualan," kata salah satu pemilik warung yang enggan disebut namanya karena pakewuh dengan warung milik Bu Riyanti, saat ditanya MuriaNewsCom.Baca juga : Ini Rincian Harga Makanan yang Tidak Wajar, yang Harus Dibayar Keluarga Kades Asal Kudus di Pantai Bandengan Suasana Pantai Bandengan sendiri, masih terbilang cukup ramai. Pengunjung datang dari berbagai kota untuk menghabiskan liburannya. Meski garis aman berenang dibatasi karena ombak tinggi, namun tidak mengurangi keasyikan pengunjung untuk menghabiskan waktu di salah satu pantai berpasir putih di Kabupaten Jepara itu.Editor : Akrom Hazami

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler