Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Namun, pernahkan diketahui bahwa seorang Kartini rupanya adalah seorang salesman atau marketing yang handal? Terutama sekali di bidang pemasaran hasil-hasil mebel Jepara.

”Ya, Kartini itu seorang salesman yang handal. Dia memasarkan produk-produk mebel karya pengrajin atau masyarakat Jepara, kepada kenalannya yang kebanyakan adalah warga Belanda. Dan itu, laris sekali,”” jelas sejarawan asal Jepara, Abdi Munif, dalam acara diskusi peringatan Hari Kartini yang mengambil tema ”Kartini, Apa Hebatnya”, di Pendapa Kecamatan Pecangaan, Rabu (19/4/2017).

Dalam acara yang digagas Komunitas 94 (K-94) tersebut, Munif mengatakan bahwa Kartini menawarkan aneka produk kerajinan Jepara, baik meja, kursi, tempat tidur, dan aneka mebeler lainnya, kepada kenalannya yang notabene warga Belanda, yang ada di luar kota.

”Itu berlangsung dengan menggunakan surat sebagai alat korespondensi. Saat orang Belanda di Batavia memesan mebeler, mereka mengirimi Kartini surat, barang apa saja yang diinginkan. Dan kemudian Kartini akan meneruskan pesanan itu ke pengrajin. Setelahnya, Kartini akan membalas suratnya, dengan rincian harga dari mebeler tersebut. Dan Kartini, sama sekali tidak mengambil untung dari sana,” paparnya.

Karena itu, banyak orang Batavia, atau yang sekarang dikenal sebagai Jakarta, mengenal baik karya mebel orang Jepara. Semangat Kartini inilah, yang menurut Munif, sudah ditiru banyak kaum perempuan di Indonesia. ”Termasuk di Jepara sendiri. Banyak perempuan yang berwirausaha. Dan banyak yang sukses,” katanya.
Inspirasi Kartini sebagai entrepreuner inilah yang kemudian menjadi salah satu hal yang membuat kaum perempuan di Indonesia, menjadi berbeda dulu dan sekarang. Munif mengatakan, sosok Kartini benar-benar seorang inspirator sejati.”Padahal, Kartini itu kan hanya menginspirasi lewat kata-kata saja. Namun tengok saja apa yang terjadi sekarang. Apa yang disampaikan Kartini hanya lewat surat itu, sampai saat ini menjadi hal yang terus didengungkan kaum perempuan, untuk bisa memperbaiki nasib mereka,” kata pria yang juga aktivis dari Sanggar Berkahe Tiyang Sepuh (BTS) Mayong tersebut.Munif menambahkan, di Indonesia hanya Kartini yang tanggal kelahirannya diperingati setiap tahunnya. Padahal, di Indonesia, banyak pahlawan perempuan lain yang tidak kalah hebatnya. ”Meski Kartini tidak mengangkat senjata melawan penjajah, namun yang dilakukannya mampu membuat pemikiran banyak orang berubah dalam melihat perempuan. Dan itu masih relevan sampai sekarang dan nanti. Sehingga Kartini itu seorang yang sangat istimewa,” imbuhnya.Acara diskusi itu sendiri, dihadiri kalangan ibu-ibu penggerak PKK yang ada di Kecamatan Pecangaan, serta siswa-siswa sekolah. Dalam acara itu, peserta juga diminta menuliskan surat cinta untuk Kartini.Editor: Kholistiono

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler