Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Desa Rahtawu, Sugiyono, menyatakan bahwa perlu adanya tindakan lebih arif mengelola sumber daya hutan Rahtawu. Saat ini, penebangan pohon dianggap berlebihan dan memicu bencana. Puncaknya terjadi tanah longsor pada bulan Maret lalu yang memutus akses jalan ke desa tersebut.

Pada peringatan hari bumi Sabtu (22/4/2017) lalu, Sugiyono menjelaskan bahwa desanya membutuhkan lebih banyak pohon sengon untuk restorasi hutannya. Pohon sengon dinilai efektif mengembalikan fungsi hutan dan menambah nilai ekonomi pada masyarakat.

"Warga di sini sekarang lebih sadar pentingnya hutan dan pohon. Apalagi setelah tahu sengon bisa ditanam secara tumpangsari dengan pohon kopi. Hasilnya lebih bagus," jelas Sugiyono saat ditemui MuriaNewsCom Sabtu (22/4/2017).

Pihaknya baru mengetahui pohon sengon bisa difungsikan sebagai naungan untuk tanaman kopi. Hasilnya lebih bagus. Masyarakat pun sangat antusias dalam memanfaatkan pohon sengon."Pohon sengon ternyata menambah nilai ekonomi warga. Tanaman kopi tumbuh lebih baik. Hasilnya bisa dijual warga untuk nambah-nambah penghasilan," ucapnya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler