Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Universitas Muria Kudus (UMK) melalui program studi Pendidikan Bahasa Inggris mulai menginisiasi terselenggaranya konferensi internasional bertajuk "The 2nd International Conference on Teaching English to Young Learners in Indonesia (Teylin)" yang berlangsung Selasa dan Rabu (25-26/4/2017) kemarin. Adanya acara ini menunjukkan komitmen UMK dalam misi menyadarkan anak muda agar melek berbahasa Inggris.

Farid Noor Romadlon, selaku ketua penyelenggara, menjelaskan bahwa  anak muda Indonesia di masa depan memiliki potensi unggul di berbagai bidang. Untuk bisa bersaing dan tidak kalah dengan bangsa lain, penguasaan Bahasa Inggris merupakan keharusan.

"Ke depan, generasi muda akan menjadi bagian dari masyarakat global. Apabila tidak ingin kalah dan tertinggal, harus diimbangi penguasaan Bahasa Inggris yang baik," ujar Farid saat ditemui MuriaNewsCom Rabu (26/4/2017).

Melek berbahasa Inggris seharusnya sudah dimulai dan diajarkan kepada anak sedari dini oleh kedua orang tua dan guru di sekolah. Hal ini merupakan tahap penyadaran untuk mengenalkan anak muda tentang dunia global ke depan."Sudah seharusnya Bahasa Inggris mulai diajarkan sejak prenary school hingga usia 12 tahun. Tahap ini merupakan tahap penyadaran," pungkasnya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler