Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Produk itu adalah melon. Namun berbeda dengan melon lainnya, melon hasil budidaya pengusaha atau entrepreuner Umar Ali asal Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, ini, memiliki kualitas di atas rata-rata melon biasanya.

Salah satu pembedanya adalah melon ini dikembangkan dengan cara hidroponik, alias tanpa menggunakan komponen tanah sama sekali. ”Sehingga kualitasnya memang beda. Meski sama-sama berasal dari tipe golden melon, tapi kita memproduksinya dengan hidroponik. Sesuatu yang belum dilakukan di Kudus ini,” jelas Umar Ali, yang biasa disapa Mas Umar (MU) ini.

Direktur PT Saka Dwipa Argo ini mengatakan, dengan sistem hidroponik tersebut, kualitas melon yang dihasilkan memang berbeda. Yakni lebih manis, renyah, namun dengan kandungan air yang sedikit.

”Inilah yang disukai masyarakat di Timur Tengah. Alias Arab sana. Mereka tidak suka dengan melon yang terlalu banyak air, atau yang musk melon asal Jepang yang dagingnya berwarna putih itu. Mereka sukanya yang golden melon ini,” terangnya.

Bukan tanpa alasan jika kemudian nama Timur Tengah disebut MU. Menurutnya, pangsa pasar di sana memang sangat bagus untuk jenis melon yang dihasilkannya. Terbukanya pasar di sana itulah, yang coba dibidik MU.

Apalagi, melon yang dihasilkan lewat sistem hidroponik ini, bisa berbuah sepanjang tahun. Tidak mengenal musim. Sejak memproduksinya pada pertengahan tahun 2016 silam, sudah lima kali lahan pertanian melonnya bisa dipanen.”Jadi sepanjang tahun, kita bisa makan melon ini. Kita bisa panen. Bayangkan setiap dua bulan, kita panen terus. Ini kan, sesuatu yang menguntungkan. Ditambah pangsa pasar yang masih terbuka luas,” tegasnya.Potensinya yang masih besar untuk dikembangkan inilah yang membuat MU menanam melon dengan sistem hidroponik. Dirinya juga berkeinginan supaya masyarakat sekitarnya, bisa tertarik untuk ikut serta dalam bertanam melon.”Kita kan, memang sudah terkenal dengan produksi pertanian. Namun, saya berkeinginan supaya melon ini menjadi produk agrobisnis unggulan. Sehingga masyarakat juga bisa merasakan hasilnya yang berkepanjangan,” imbuhnya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler