Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Ini yang dialami anak-anak yang tergabung dalam Omah Dongeng Marwah. Mereka mencoba menelusuri bahwa, Stasiun Wergu memang menjadi bagian dari sejarah perjuangan Indonesia.


"Saya juga baru tahu soal itu. Makanya saya penasaran juga ingin tahu. Kayaknya memang keren sekali bahwa Kudus menjadi bagian dari sejarah perjuangan Indonesia," kata Eka, salah satu siswa SMP Kudus, yang ikut dalam acara observasi dan diskusi mengenai Stasiun Wergu, Jumat (21/7/2017).


Dia bersama-sama dengan rekan, mencoba menghitung lubang yang ada di kaca bekas stasiun tersebut. Satu persatu lubang-lubang tersebut dihitung oleh mereka. Tujuannya mengetahui dengan persis, berapa jumlah lubang yang sebenarnya.


Namun, meski menghitung bersama-sama, jumlah yang didapat ternyata berbeda-beda. Ada yang berjumlah 100 buah, ada yang 120 buah, ada yang jumlahnya kurang dari itu. 


Belanda sendiri, menyerang Stasiun Wergu dengan pesawat Mustangnya, 70 tahun yang lalu. Pesawat sendiri datang dari arah timur, menuju ke barat. Padahal, Stasiun Wergu juga dibangun Belanda dahulunya. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 


Meski hitungannya berbeda-beda, namun anak-anak itu meyakini jika lubang-lubang itu bekas tembakan. Mereka memiliki analisanya sendiri, kenapa mereka percaya bahwa itu adalah lubang bekas tembakan.


Meski hitungannya berbeda-beda, namun anak-anak itu meyakini jika lubang-lubang itu bekas tembakan. Mereka memiliki analisanya sendiri, kenapa mereka percaya bahwa itu adalah lubang bekas tembakan.

"Kan, lubangnya memiliki ciri khas tersendiri. Lubang itu memiliki retakan yang tersebar. Kayak kalau kita gambar matahari yang mekar di sekelilingnya," kata Dharma, siswa SMP lainnya, yang ikut dalam kegiatan tersebut. 

Sedangkan pengamat sejarah,Edy Supratno mengatakan, pihaknya juga meyakini jika lubang tersebut adalah bekas tembakan. "Ditambah lagi, stasiun ini belum direnovasi usai peristiwa tersebut. Makanya saya yakin bahwa itu bekas-bekasnya," imbuhnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler