Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


“Salah satunya adalah PT Pura Barutama atau lebih dikenal dengan Pura Group, perusahaan terintegrasi yang terdiri dari 27 divisi yang tergabung dalam kelompok industri kertas, cetak, hologram, smart card, dan engineering yang mengekspor 60 persen produknya ke lebih dari 50 negara. Perusahaan ini telah memiliki struktur yang mendalam dengan didukung fasilitas research and development atau R&D-nya,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto ketika mengunjungi Pura Group di Kudus, Jawa Tengah, Jumat (19/8/2016).

Airlangga menyatakan, dengan penguatan kualitas dan daya saing tersebut, para pengguna diharapkan dapat menyerap lebih optimal produk kertas berharga dari industri dalam negeri. “Penggunaan produk dalam negeri akan berdampak luas, seperti pada penyerapan tenaga kerja, peningkatan kapasitas industri, dan penghematan devisa,” tuturnya.

Saat ini kapasitas produksi Pura Group mencapai 18.000 ton per tahun kertas berharga seperti buku bank, buku nikah, cek, ijazah, paspor dan sertifikat. “Perusahaan ini juga memproduksi kertas uang dan mensupplai ke negara-negara lain seperti Vietnam, Sudan, Bangladesh, India, dan yang lainnya,” ujar Airlangga.

Bidang engineering Pura Group telah melakukan terobosan dengan membuat tempat penyimpanan untuk holtikultura yang disebut Control Atmosphere Storage (CAS). Teknologi CAS sangat berbeda dengan teknologi Cold Storage, di mana Cold Storage hanya bekerja mengendalikan temperatur saja, sedangkan CAS ada 6 komponen yang dikendalikan yaitu O2, CO2, N2, RH, temperatur dan Ethylene.

Sehingga bawang merah yang disimpan dalam waktu yang cukup lama tidak akan mengalami kerusakan dan susut bobot yang kecil (+/-10%). Mesin ini harapannya bisa mendukung pemerintah dalam rangka program ketahanan pangan khususnya stabilisasi harga dan produktivitas bawang merah.
Sesuai data dari BPS bahwa produksi bawang merah Indonesia menunjukkan angka surplus, harapannya pada saat in season/panen raya pemerintah bisa menyimpan sebagain hasil panen tersebut sebagai buffer stock, kemudian mengeluarkannya kembali di saat off season, sehingga baik harga maupun produktivitas tetap dapat terjaga dan tidak diperlukan impor lagi.Mesin CAS ini sudah mendapatkan hak paten dari pemerintah dan komponen dalam negerinya sudah mencapai 40% dan akan terus ditingkatkan. “Ini merupakan terobosan baru yang dapat menyimpan bawang merah sehingga tetap segar untuk jangka waktu sampai 6 bulan, sejalan dengan program pemerintah untuk menyetabilkan harga ketika musim paceklik”, begitu ditambahkan Yohanes Moeljono Presdir Pura Group.Pada kesempatan tersebut, Menperin juga menyampaikan kondisi perkembangan industri pulp dan kertas. “Indonesia merupakan salah satu produsen pulp dan kertas terkemuka di dunia. Untuk industri pulp peringkat 9 dan untuk industri kertas peringkat 6. Sedangkan, di Asia Tenggara menempati peringkat pertama untuk industri pulp dan kertas,” katanya.Editor : Akrom Hazami 

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler