Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Namanya adalah Tari Gusjigang. Tarian ini bakal menjadi penampil utama dalam acara ”Pentas Seni dan Kuliner Khas Kudus Gusjigang Kudus Kudus Ngrembaka Kudus Raharja”, yang bakal diadakan di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (16/10/2016).

Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, dalam rangka mengenalkan budaya dan potensi wisata Kudus yang beragam. ”Nah, Tari Gusjigang ini akan menjadi penampil utama untuk atraksi seni yang kita tampilkan di sana. Dan tarian ini akan dibawakan siswa SMAN 1 Gebog, di mana penarinya sudah melakukan latihan sejak beberapa bulan lalu,” tutur Kepala Disbudpar Kudus Yuli Kasiyanto.

Gusjigang memang memiliki makna yang cukup mendalam bagi Kabupaten Kudus. Ini adalah filosofi masyarakat Kudus yang sudah tertanam sejak lama. Gusjigang memiliki arti bagus, ngaji, dan dagang. ”Ini adalah budaya warga Kudus yang sangat bagus. Dan kita ingin memperkenalkannya secara luas ke masyarakat lain,” kata Yuli.

Secara filosofis, Gusjigang menggambarkan masyarakat Kudus yang memiliki akhlak baik, indah budi pekerti, serta memiliki keistimewaan dalam bidang keagamaan yang dibuktikan dengan kepiawaiannya dalam mengaji.

Di samping itu, kepandaian masyarakat Kudus dalam berdagang juga menunjukkan bukti masyarakat Kudus memiliki kemandirian dalam ekonomi. Ini dibuktikan dengan mayoritas masyarakat Kudus yang mampu dan berdikari membangun usaha secara mandiri.

Selain sendratari Gusjigang, beragam kesenian juga akan ditampilkan di acara tersebut. Di antaranya kesenian barongan, rebana, tarian ”Kudus Ngrembaka Kudus Raharja”, serta festival kuliner khas Kudus.Yuli mengatakan, untuk festival kuliner, makanan khas yang diboyong ke Jakarta ada 10 macam. Misalnya saja sate kerbau, soto ayam, soto kerbau, garang asem, lentog, dawet kliwon, dan gempol pleret.Makanan ini merepresentasikan wisata kuliner yang bisa dinikmati wisatawan saat mengunjungi kota kretek ini. Selain menawarkan kulinernya yang terkenal lezat. ”Pengunjung nanti bisa ikut menikmati sajian kuliner-kuliner khas Kudus yang lezat dan menggugah selera,” katanya.Bagi masyarakat yang ingin melepaskan rasa kangen terhadap segala hal yang berbau Kudus, bisa hadir dalam kesempatan ini. Cukup datang ke Anjungan Jawa Tengah TMII, mulai pukul 08.00 WIB sampai acara selesai digelar.”Pastinya akan banyak hal mengenai Kudus yang bisa dipelajari dan dinikmati di sana. Dan dengan kegiatan ini, kita benar-benar ingin membuat Kudus makin terkena di Indonesia, bahkan sampai mancanegara. Silakan datang ke acara ini. Gratis pokoknya,” imbuh Yuli.Editor: Merie

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler