Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Seluruh kepala desa (kades) di Kecamatan Klambu meminta Camat Klambu M. Arif Efendi diganti. Mereka menilai sang camat sudah tak layak menduduki jabatan itu.

Para kepala desa itu kemudian wadul ke Bupati Grobogan Sri Sumarni, Kamis (20/1/2022). Sembilan kades di Kecamatan Klambu, yakni Kades Jenengan, Kandangrejo, Klambu, Menawan, Penganten, Selojari, Taruman, Terkesi, dan Wandankemiri.

Para kades itu bahkan sempat memberikan stempel desa kepada Bupati sebagai wujud pemintaan digantinya sang camat. Namun, tentu saja ditolak Bupati. Sebab, akan mengacaukan pelayanan di desa.

Kades Taruman, Yasir sebagai perwakilan para kades mengungkapkan, Camat Klambu dianggap sudah tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Alasannya, selain kerap kali bersikap arogan, secara fisik juga dianggap sudah tidak layak.

Baca juga: Ratusan Rumah di Klambu Grobogan Diterjang Banjir Bandang

“Kami butuh penyegaran. Sikap (camat, red) arogan kepada kami. Untuk itu kami sudah tidak sanggup lagi dipimpin oleh M. Arif Efendi. Untuk itu kami minta Ibu Bupati untuk mengganti pimpinan kami tersebut,” kata dia.

Menanggapi permintaan para kades, Bupati Sri Sumarni menyatakan akan mengambil kebijakan terbaik. Bupati mengaku sebelumnya sudah melakukan pendekatan terhadap sang camat terkait keluhan para kades. Namun, Bupati juga mempertimbangkan kondisi fisik sang camat yang memang cukup memprihatinkan.“Kondisinya Pak Camat seperti itu (sakit-red). Saya punya nurani juga. Pertimbangan kami seperti itu. Tetapi panjenengan sudah tidak betah. Kalau panjenengan demo di rumah, demo di sini, saya pertimbangkan. Coba nanti tim pansel, saya minta masukan juga,” tutur Bupati.Lebih lanjut, Bupati mengaku akan kembali melakukan pendekatan kepada sang camat. Sehingga, keputusan terbaik dapat diambil dengan berdasarkan beberapa pertimbangan.Dalam audiensi tersebut turut hadir Sekda Grobogan Sumarsono, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Padma Saputra, serta Asisten I Sekda Grobogan Teguh Harjokusumo. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler