Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Nasib apes menimpa keluarga korban kecelakaan bus di Jalan Purwodadi-Blora, Grobogan. Setelah menengok kerabatnya yang turut jadi korban, seorang pria kehilangan helm miliknya.

Pria yang mengalami nasib tak mengenakkan itu adalah Wahyu Dwi Pranata, Warga Keluragan Kuripan, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan.

Helm miliknya diduga dicuri orang, saat ia menengok kerabatnya yang turut jadi korban kecelakaan bus di Jalan Purwodadi-Blora, Selasa (25/1/2022) di RS Panti Rahayu “Yakkum” Purwodadi.

Helm merek Bogo itu semula diletakkan di atas sepeda motor Yamaha Fino miliknya. Wahyu semula masuk ke area parkir Yakkum pukul 11.56 WIB. Dia hendak menjenguk saudaranya yang tadi pagi kecelakaan bus mini di Kecamatan Wirosari.

Baca juga: Ada Ibu Hamil dalam Kecelakaan Bus di Jalan Purwodadi-Blora Grobogan

Setelah parkir ia bergegas masuk ke dalam rumah sakit. Namun, ia justru dilarang masuk ke dalam rumah sakit.

Alasan satpam di sana, yang bisa masuk, khusus yang sudah diswab. Sebab, pihak RS belum memberlakukan jam besuk.

Wahyu pun menunggu di luar bersama seorang rekannya. Dia masih harap-harap cemas sebab kerabatnya yang kecelakaan dalam kondisi hamil.

Setelah satu jam lebih menunggu, Wahyu memutuskan untuk pulang. Namun alangkah terkejutnya dia saat menyadari helmnya sudah tidak ada di tempat semula.Wahyu pun melaporkannya kepada petugas parkir. Dia juga meminta agar dibukakan rekaman CCTV. Namun, jawaban pengelola parkir mengecewakan.“CCTV masih error. Belum diperbaiki. Biasanya tidak pernah ada helm hilang, baru kali ini,” kata petugas parkir itu.Sang petugas itu kemudian memberikan helmnya agar dipakai Wahyu. Wahyu kemudian melaporkan kepada petugas parkir lain. Namun jawabannya juga mengecewakan.“Biasanya ada di situ ada tulisannya kalau kehilangan bukan tanggung jawab kami. Tapi entah kok tidak ada. Helm bukan tanggung jawab kami,” kata petugas parkir yang mengaku bernama Nermo Ageng.Wahyu sebenarnya berharap agar helmnya diganti. Meski, sebenarnya harga helmnya saat beli tidak begitu mahal. “Harganya ya sekitar Rp 250 ribu. Tapi kan harusnya diganti,” kata Wahyu. Akhirnya, ia pulang dengan memakai helm tukang parkir di RS tersebut. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler