Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Peristiwa ledakan di sebuah rumah di Desa Klambu, Kecamatan Klambu, Kabupaten Grobogan yang terjadi pada Jum’at (28/1/2022) turut menjadi perhatian banyak pihak.

Perhatian itu datang dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendang Selatan. Itu terkait apakah belerang memang menjadi bahan pokok peledak? Apakah belerang memang efektif mengusir kelelawar?

Dikatakan Kasi Geologi, Mineral dan Batubara Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan Budi Setiawan, sebuah ledakan dengan daya ledak seperti di Desa Klambu itu tidak mungkin hanya disebabkan belerang semata.

Baca juga: Sudah Tiga Hari, Lokasi Ledakan di Klambu Grobogan Masih Dijaga Aparat

Ia menduga, ada campuran bahan lain yang menjadikan daya ledaknya cukup besar. “Kalau itu jelas tidak mungkin belerang murni. Pasti ada campuran lain yang menimbulkan daya ledak,” kata Budi, Rabu (2/2/2022).

Contoh campuran bahan yang dimaksud Budi itu, antara lain, potassium, nitrogen, solar, atau bahan lain. Meski begitu, dia mengaku tak terlalu mengerti detailnya.

Baca juga: Korban Ledakan di Grobogan Dapat Bantuan
Baca juga: Korban Ledakan di Grobogan Dapat Bantuan“Ya ada potassium, nitrogen, solar, dan lain-lain. Tapi lebih tepatnya orang yang basiknya kimia yang lebih paham. Saya nggak begitu mengerti,” tambahnya.Saat ditanya lebih lanjut soal belerang sebagai bahan pengusir kelelawar, Budi meminta agar semua pihak menunggu penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan kepolisian.“Kalau dalam kasus seperti berita itu, biar penyeledikan dan penyidikan yang memberikan keterangan. Karena sudah ditangani Polda,” tutupnya.Sementara itu, peristiwa ledakan di kompleks pondok pesantren itu sudah lima hari berlalu. Meski begitu, pihak kepolisian belum bersedia memberikan komentar lebih detail terkait barang bukti yang disita, terutama berat belerang yang diamankan. Reporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler