Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


MURIANEWS, Grobogan – Dua pekan sudah, atau sejak 19 Januari 2022 pemerintah menetapkan harga minyak goreng Rp 14 ribu per liter. Namun, hingga hari ini, Kamis (3/2/2022) minyak goreng di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Grobogan masih dijual dengan harga di atasnya.

Untuk minyak goreng premium di pasar tradisional masih Rp 20 ribu per lilter. Sedangkan, kemasan sederhana dijual Rp 17 ribu per liter.

Di Pasar Induk Purwodadi, rata-rata harga minyak goreng kemasan premium masih dipatok Rp 20 ribu. Para pedagang beralasan menghabiskan stok lama.

Baca juga: Panic Buying Minyak Goreng Diduga Terjadi di Grobogan

Sebagian pedagang bahkan rela menjual sesuai harga kulakanny. Yang terpenting, modal bisa balik.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Induk Purwodadi, Dasiman mengaku harga dari sales tidak sesuai dengan anjuran pemerintah. Saat dia ingin memesan minyak goreng merk tertentu dengan harga yang direkomendasikan pemerintah pun selalu kosong.

“Dari sales sudah mahal. Sales kalau dipesan juga kosong terus. Ini yang di sini Rp 20 ribu,” kata dia.

Menurutnya, kebijakan pemerintah terkait harga minyak goreng kemasan Rp 14 ribu per liter, sama sekali belum menyentuh masyarakat bawah.“Yang di atas (pemerintah) gembar-gembor harga segitu. Tapi kenyataannya di bawah segini,” tambahnya.Penjual sembako yang lain di pasar yang sama, Darmi, mengaku memilih menjual minyak goreng sesuai saat membeli, yakni Rp 16 ribu. Menurutnya, bila dijual lebih tinggi, sudah tentu susah laku. Dia pun memilih yang penting bisa balik modal.“Baru seminggu belinya. Saya pilih jual sesuai saat beli, Rp 16 ribu. Yang penting modalnya balik. Kalau nggak laku yan anti dipakai sendiri,” kata dia. https://www.youtube.com/watch?v=iSUklv4X2IoReporter: Saiful AnwarEditor: Zulkifli Fahmi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler