Jeritan Penjual Gorengan Grobogan: Dari Masalah Minyak Goreng Hingga Sekolah Terbatas
Saiful Anwar
Senin, 21 Februari 2022 16:12:40
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
MURIANEWS, Grobogan – Penjual gorengan merupakan satu di antara pelaku usaha kecil yang merasakan betul dampak sulitnya mendapatkan minyak goreng murah. Mereka tengah dipusingkan dengan kondisi tak menentu.
Gegara minyak goreng Rp 14 ribu sulit didapatkan membuat para penjual gorengan menjerit. Sebab, keuntungan mereka turun drastih, bahkan sampai 40 persen.
Itu diungkapkan Fajar, salah satu penjual gorengan di Purwodadi, Grobogan. Dia mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng harga Rp 14 ribu.
Baca juga: Catat! Grobogan Kembali Gelar Operasi Pasar, 3.000 Liter Minyak Goreng Digelontorkan
Akhirnya, ia pun harus membeli minyak goreng mahal. Padahal, sehari ia menghabiskan 4 liter minyak goreng untuk jualan. Gara-gara itu, keuntungannya turun.
“Ini saya pakai curah, seliter masih Rp 18 ribu. Sebelumnya malah per liter Rp 20 ribu,” kata dia.
Namun dia sudah bersyukur karena minyaknya sekarang lumayan tersedia meskipun masih mahal. Sebab, sebelumnya saat mendapatkan harga Rp 20 ribu per liter, dia bahkan masih kesulitan mendapatkannya.
“Baru dua hari ini ada. Sebelum ini kan sudah Rp 20 ribu per liter, barangnya tidak ada,” tambah Fajar.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News




Salah satu penjual gorengan di Purwodadi yang mengaku omzetnya turun sejak minyak goreng naik. (Murianews/Saiful Anwar)[/caption]
MURIANEWS, Grobogan – Penjual gorengan merupakan satu di antara pelaku usaha kecil yang merasakan betul dampak sulitnya mendapatkan minyak goreng murah. Mereka tengah dipusingkan dengan kondisi tak menentu.
Gegara minyak goreng Rp 14 ribu sulit didapatkan membuat para penjual gorengan menjerit. Sebab, keuntungan mereka turun drastih, bahkan sampai 40 persen.
Itu diungkapkan Fajar, salah satu penjual gorengan di Purwodadi,